<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ideation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<atom:link href="https://1000startupdigital.id/tag/ideation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/ideation/</link>
	<description>Rintis startupmu bersama mentor &#38; praktisi digital</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 May 2024 12:15:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.3</generator>

<image>
	<url>https://1000startupdigital.id/wp-content/uploads/2021/08/cropped-ICON-1-32x32.png</url>
	<title>Ideation Archives - 1000 Startup Digital</title>
	<link>https://1000startupdigital.id/tag/ideation/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 12:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=10659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita semua tahu kalau startup hadir untuk memecahkan masalah. Namun realitanya, para founder&#160;kerap kesulitan atau mengalami kebuntuan untuk memilih ide startup mana yang berpotensi menjadi&#160;sustainable business.&#160;Kalau kamu&#160;googling&#160;‘cara menghasilkan ide startup’, akan ada banyak tips di luar sana yang mungkin justru bikin kamu tambah pusing. Sebaliknya, kamu perlu menerapkan kerangka berpikir dalam menemukan ide yang sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/">Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="c5b7">Kita semua tahu kalau startup hadir untuk memecahkan masalah. Namun realitanya, para founder<em>&nbsp;</em>kerap kesulitan atau mengalami kebuntuan untuk memilih ide startup mana yang berpotensi menjadi&nbsp;<em>sustainable business.&nbsp;</em>Kalau kamu&nbsp;<em>googling&nbsp;</em>‘cara menghasilkan ide startup’, akan ada banyak tips di luar sana yang mungkin justru bikin kamu tambah pusing.</p>



<p id="cd1f">Sebaliknya, kamu perlu menerapkan kerangka berpikir dalam menemukan ide yang sudah lebih banyak terbukti berhasil untuk startup yang sudah sukses.</p>



<p id="a1f2">Jadi, seperti apa kerangka berpikir untuk menghasilkan ide startup?</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Carilah FMF (<em>Founder</em> <em>Market Fit</em>)</strong></h3>



<p id="fb96">Istilah&nbsp;<em>founder market fit</em>&nbsp;diambil dari istilah&nbsp;<em>product market fit</em>. Di mana,&nbsp;<em>founder market fit&nbsp;</em>adalah keselarasan antara keterampilan, pengalaman, dan&nbsp;<em>passion&nbsp;</em>dari&nbsp;<em>founder</em>, sudah bisa memenuhi kebutuhan dan karakteristik dari pasar.</p>



<p id="c0f0">Dengan kata lain, cara terbaik untuk bisa menemukan ide startup adalah dengan memikirkan keahlian, pengalaman, dan hubungan (relasi), serta bagaimana hal tersebut bisa dimanfaatkan secara positif untuk membangun sebuah produk. Dengan menciptakan startup menggunakan keunggulan tersebut, artinya kamu mencapai&nbsp;<em>founder market fit</em>.</p>



<p id="99db">Jika kamu sudah punya rekan kerja atau<em>&nbsp;co-founder,&nbsp;</em>kamu dapat mempertimbangkan keahlian masing-masing dan menggabungkannya sehingga startupmu punya keunggulan unik (<em>unique value</em>).</p>



<p id="655f">Contohnya datang dari founder<em>&nbsp;</em>dan co-founder Microsoft, yaitu Paul Allen dan Bill Gates. Mereka punya&nbsp;<em>founder market fit</em>&nbsp;untuk Microsoft. Keduanya terampil dalam pemrograman komputer dan ilmu komputer, dan ide startup mereka memanfaatkan kedua keterampilan mereka dengan sempurna.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="acd1"><strong>2. Menyelesaikan masalah pribadi (<em>bottom up</em>)</strong></h3>



<p id="9f2d">Sudah banyak kisah nyata startup yang sukses di luaran sana ternyata berawal dari masalah pribadi yang dialami oleh para founder/co-foundernya. Contohnya datang dari para founder<em>&nbsp;</em>DoorDash yang berhasil membangun aplikasi pesan antar makanan. Startup mereka sukses besar lantaran mereka punya masalah besar tidak bisa mengirimkan makanan Thailand ke orang-orang yang tinggal di pinggiran kota. Mereka melihat kesulitan tersebut sebagai peluang dan menciptakan aplikasi pesan antar makanan yang mudah digunakan di mana saja.</p>



<p id="fa54">Buat kamu yang masih kuliah atau sudah bekerja, kamu bisa&nbsp;<em>flashback&nbsp;</em>dan memikirkan berbagai masalah yang sudah pernah kamu alami dalam kehidupan pribadi atau karir profesional. Lakukan&nbsp;<em>brainstorming,&nbsp;</em>dan pemetaan masalah yang memungkinkan munculnya peluang bisnis.</p>



<p id="8a39">Cara lainnya, kamu bisa memikirkan produk apa yang kamu harap orang lain bisa menciptakannya untukmu. Misalnya, kamu ingin punya aplikasi untuk membantumu antar jemput katering sehat dan menyesuaikan dengan kebutuhan dietmu. Nah, dari situ, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuatnya sendiri, alih-alih kamu berharap tidak pasti akan ada orang lain yang menciptakan aplikasi tersebut.</p>



<p id="9bb7">Sebenarnya tidak ada satupun manusia yang tidak punya masalah. Namun, jika kamu masih merasa kesulitan untuk memikirkan masalah, kamu bisa memikirkan ide produk baru untuk dipecahkan. Kamu bisa menempatkan diri di posisi orang lain atau melihat dari sudut pandang lain, sehingga memungkinkanmu untuk menemui masalah baru.</p>



<p id="9297">Salah satu praktik terbaik yang bisa kamu lakukan adalah membuat catatan harian selama minimal 15 hari. Kamu harus mencatat setiap masalah yang terjadi, agar membiasakan pola pikir sebagai founder.<em>&nbsp;</em>Di mana, founder punya kepekaan tinggi untuk mengubah masalah yang ada sebagai sebuah kesempatan bisnis yang prospektif. Selanjutnya, evaluasi catatanmu di hari ke-15 dan tentukan, wawasan apa yang bisa kamu ambil dari catatan tersebut untuk dipraktikkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="b86c"><strong>3. Memunculkan ide terhadap sesuatu yang baru (<em>top down</em>)</strong></h3>



<p id="e86c">Ini berbeda dari poin sebelumnya, di mana ide yang hadir direalisasikan dari situasi terkini yang sedang terjadi. Contoh nyata adalah semua bisnis, produk, dan layanan baru yang muncul akibat pandemi COVID-19. Dari situasi pahit itu, ada banyak peraturan dan tantangan baru yang harus dihadapi agar kehidupan tetap berjalan normal.</p>



<p id="d4ce">Selama pandemi, banyak startup menciptakan aplikasi untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Misalnya, penciptaan aplikasi bukti vaksinasi digital bagi mereka yang sering bepergian. Contohnya datang dari QuickHire, platform penemuan karir untuk tenaga kerja di bidang ekonomi dan jasa. QuickHire lahir karena begitu banyak orang yang kehilangan pekerjaan selama pandemi ini, terutama di industri jasa. Salah satu founder-nya yaitu Angela Muhwezi-Hall dan Deborah Gladney. Mereka melihat masalah tersebut sebagai hal yang genting dan membangun platform untuk membantu pekerja di industri jasa bisa mendapatkan pekerjaan dengan lebih mudah.</p>



<p id="c590">Itulah beberapa contoh kerangka berpikir yang bisa kamu terapkan dalam merintis startup. Tetap semangat dalam mencari solusi digital, founder!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="ed24"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="1eb8"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="67ec"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----a0f16ae1fd32--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/pusing-mau-bikin-startup-apa-ini-kerangka-berpikir-yang-bisa-kamu-pakai/">Pusing Mau Bikin Startup Apa? Ini Kerangka Berpikir yang Bisa Kamu Pakai</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</title>
		<link>https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[#1000StartupDigital]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 10:13:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ideation]]></category>
		<category><![CDATA[1000startupdigital]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://1000startupdigital.id/?p=9293</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seorang pendiri, ketua tim, hingga anggota startup sekalipun, pasti akan membutuhkan keterampilan menulis sesuai dengan bidang yang dijalaninya. Ilmu menulis dalam bidang bisnis dibutuhkan ketika sedang menyusun email untuk rekan kerja, membuat laporan penting untuk dewan, atau menulis ucapan terima kasih untuk pelanggan. Di bawah ini ada lima hal yang dapat kamu manfaatkan untuk memikat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/">5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="f954">Seorang pendiri, ketua tim, hingga anggota startup sekalipun, pasti akan membutuhkan keterampilan menulis sesuai dengan bidang yang dijalaninya. Ilmu menulis dalam bidang bisnis dibutuhkan ketika sedang menyusun email untuk rekan kerja, membuat laporan penting untuk dewan, atau menulis ucapan terima kasih untuk pelanggan. Di bawah ini ada lima hal yang dapat kamu manfaatkan untuk memikat pembaca dan membantu pesanmu semakin melekat di benak mereka. Ini ditulis berdasarkan artikel yang dimuat dalam Harvard Business Review dan ditulis oleh Bill Birchard, seorang penulis dan pelatih menulis yang telah bekerja sama dengan banyak pebisnis sukses. Berikut adalah rangkumannya.</p>



<p id="faae"><strong>1.&nbsp;<em>Simplicity</em>/kesederhanaan</strong></p>



<p id="d512">Menulis kalimat yang sederhana lebih mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat yang pendek, kata-kata yang familiar, dan sintaksis yang sederhana membuat pembaca tidak perlu mengerahkan banyak tenaga untuk memahami maksudmu. Sebaliknya, kalimat majemuk atau bertingkat atau kalimat pasif dapat memotong akurasi pemahaman sebesar 10% dan membutuhkan sepersepuluh detik lebih lama ketika orang membacanya.</p>



<p id="2499">Contohnya, daripada menulis ‘profit disukai oleh investor’, akan lebih baik diganti dengan ‘investor menyukai profit’. Tips untuk menulis sederhana adalah dengan membuang kata-kata asing dan menggunakan kalimat aktif. Taktik lainnya adalah mengunggulkan apa yang benar-benar penting dan membuang detail yang terlalu panjang.</p>



<p id="bd15"><strong>2.&nbsp;<em>Specificity/</em>kekhususan</strong></p>



<p id="21c3">Memilih kata yang spesifik pada tulisan dapat membangkitkan petak sirkuit. Lebih baik memilih ‘merpati’ dibandingkan ‘burung’, atau menghapus ‘makanan’ dan memilih ‘nasi goreng’. Menurut penelitian, kata-kata yang lebih spesifik berhasil mengaktifkan lebih banyak neuron di bagian visual dan jalur motorik otak daripada kata-kata umum, yang berarti kata-kata tersebut membuat otak memproses makna dengan lebih kuat.</p>



<p id="31fe">Menggunakan bahasa yang lebih jelas dan gamblang akan memberi penghargaan kepada pembaca. Trik lainnya yang bisa kamu gunakan adalah menampilkan frase singkat yang mudah diingat untuk membantu pembaca mempertahankan pesan yang kamu sampaikan. Misalnya ‘tipping point’ dari Malcolm Gladwell. Frasa ‘blue ocean strategy’ dari Guru manajemen W. Chan Kim dan Renée Mauborgne, serta ; essayist Nassim Nicholas Taleb, “black swan event.”</p>



<p id="3692">Taktik spesifisitas lainnya adalah memberi pembaca frase singkat yang mudah diingat untuk membantu mereka mempertahankan pesan Anda. Malcolm Gladwell menciptakan “titik kritis”. Guru manajemen W. Chan Kim dan Renée Mauborgne datang dengan “strategi samudra biru”; penulis esai Nassim Nicholas Taleb, “peristiwa angsa hitam”.</p>



<p id="1dc5"><strong>3.&nbsp;<em>Surprise</em>/kejutan</strong></p>



<p id="ecce">Pembaca ternyata menyukai kejutan. Dilihat dari sisi sains, otak terhubung untuk membuat prediksi tanpa henti, termasuk menebak kata berikutnya yang muncul di setiap baris teks. Untuk itu, kamu perlu menyelipkan beberapa kejutan yang membuat pesanmu melekat di benak pembaca. Dengan kejutan, pembaca akan menelusuri, mempelajari, dan menyimpan informasi yang didapatkannya. Memberi kejutan juga dapat berupa menyuguhkan pembaca hal-hal yang baru serta menggunakan permainan kata yang tidak biasa.</p>



<p id="440d"><strong>4.&nbsp;<em>Stirring language</em>/menggunakan bahasa yang ‘emosional’</strong></p>



<p id="a1f5">Untuk memikat hati pembaca, jangan mengandalkan kalimat yang membujuk lewat logika. Kamu dapat ‘membius’ pembaca dan membuat mereka merasa hanyut ketika membaca tulisanmu. Itu artinya, pembaca merasa fokus dan berusaha memahami tulisanmu. Tipsnya, kamu dapat menggunakan bahasa yang cenderung emosional, daripada logika (akan tetapi, perhatikan konteks bacaaannya juga, ya). Dalam ilmu sains, otak memproses konotasi emosional sebuah kata dalam waktu 200 milidetik setelah membacanya. Itu jauh lebih cepat daripada arti yang kita pahami. Jadi, ketika kita membaca materi yang bermuatan emosi, kita secara refleks bereaksi dengan perasaan. Misalnya perasaan takut, gembira, kagum, muak, dan lain-lain, karena otak kita telah dilatih untuk merespons dengan cara seperti itu. Contohnya, daripada menulis tentang ‘menantang persaingan’, kamu bisa menggunakan kalimat ‘mengecoh persaingan’, atau menggunakan kiasan lain sebagai metafora.</p>



<p id="e9a9"><strong>5.&nbsp;<em>Social content</em>/konten sosial</strong></p>



<p id="13dc">Menurut studi, otak manusia menginginkan sebuah hubungan, bahkan dalam apa yang kita baca. Beberapa unsur menarik yang bisa dimasukkan dalam bahan tulisan adalah deskripsi tentang orang, pemikiran orang, dan lain-lain yang memuat konten sosial. Bagian yang menyebutkan tentang orang atau kegiatan yang dilakukan, akan mengaktifkan otak serta menafsirkan sinyal sosial. Beberapa cara agar pembaca dapat terhubung denganmu serta tulisanmu adalah mengungkapkan lebih banyak hal atau jejak diri di dalamnya. Kamu dapat menuliskan suara atau pendapat, sudut pandang manusia, pandangan dunia, kosa kata, kecerdasan, sintaksis, hingga ritme puitis. Trik lainnya untuk melibatkan pembaca adalah menggunakan kata ganti orang kedua (kamu atau Anda).</p>



<p id="bf8a">Kelima hal tadi dapat kamu manfaatkan untuk dapat melibatkan pembaca ke dalam tulisan untuk tujuan bisnismu. Itu terbukti karena relevan dengan ilmu sains dan cara kerja otak manusia. Kelima hal tersebut apabila digunakan dengan tepat dapat memicu respons saraf dan membuat otak semakin memahami bacaan atau semakin terlatih. Selamat mencoba, ya!</p>



<p class="has-text-align-center">. . .</p>



<p id="665e"><a href="https://1000startupdigital.id/" rel="noreferrer noopener" target="_blank"><em>Gerakan Nasional 1000 Startup Digital</em></a><em>&nbsp;adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.</em></p>



<p id="d78e"><em>Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.</em></p>



<p id="6cb2"><em>Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!</em></p>



<p><a href="https://medium.com/@sofynito?source=post_page-----3e9bb6a57439--------------------------------"></a></p>
<p>The post <a href="https://1000startupdigital.id/5-hal-ini-dapat-meningkatkan-keterampilan-menulis-bisnis/">5 Hal Ini dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bisnis</a> appeared first on <a href="https://1000startupdigital.id">1000 Startup Digital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
