fbpx

Meniru Cara Kerja Venture Capital dalam Mengambil Keputusan

Pernah gak, waktu kamu mau memilih sesuatu atau mengambil keputusan, kemudian temanmu mengemukakan pendapat, akhirnya kamu lebih setuju dengan pendapat temanmu daripada mengungkapkan pendapatmu? Nah, itulah yang disebut dengan pemikiran kelompok.

Mengambil keputusan bersama nyatanya tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan adanya pemikiran kelompok atau groupthink bisa menjadi penghalang. Pemikiran kelompok terjadi pada sekelompok orang di mana ada keinginan untuk menyamakan sikap, keyakinan, dan perilaku dalam kelompok untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang tidak rasional atau disfungsional.

Groupthink menggambarkan bagaimana sekelompok orang cerdas dapat membuat keputusan yang salah. Dalam kelompok, dapat muncul tekanan psikologis, di mana individu harus menyesuaikan diri dengan pendapat para pemimpin dan anggota kelompok lainnya.

Nah, untuk menghindari hal ini, ada beberapa tips yang biasa dilakukan oleh para Venture Capitalist. Simak baik-baik artikel ini, ya!

1. Menjaga Tim dengan Anggota dengan Jumlah Kecil

Tim yang kecil memiliki keuntungan, yaitu koordinasi yang menjadi lebih mudah dan keputusan yang diambil bisa lebih cepat. Dalam VC, banyak yang hanya memiliki tiga hingga lima mitra kerja. Bahkan dalam anggota tim yang terdiri dari anggota senior dan junior, diskusi cenderung berjalan lebih intim dan informal.

Menjaga tim tetap kecil ini sering dilakukan oleh startup teknologi. Misalnya, Amazon yang kerap mengadakan meeting dengan maksimal 10 orang anggota. Ini menimbulkan akuntabilitas dalam tim kecil menjadi lebih besar. Beragam sudut pandang dan pendapat jadi bisa tersuarakan dan dipertimbangkan untuk hasil yang lebih inovatif dan solutif.

2. Mintalah Umpan Balik Terlebih Dahulu

Agar bias tidak terjadi, perusahaan VC kerap menggunakan sistem untuk mencegah adanya penerimaan umpan balik di awal. Contohnya adalah Emergence, salah satu investor pertama di Zoom. Saat pertemuan, mereka meminta anggota tim untuk menyampaikan pendapat tentang peluang investasi sebelum rapat. Setiap peserta membaca memo investasi terlebih dahulu dan menyampaikan pendapatnya secara mandiri sebelum mendengarkan pendapat orang lain.

3. Biarkan Junior Berbicara Dahulu

Menurutmu, siapa yang lebih sering bertatap muka langsung dengan pelanggan? Karyawan senior atau junior? Sudah tentu karyawan junior yang lebih sering berbicara dengan pelanggan, melakukan riset langsung ke pasar, melakukan panggilan, menyiapkan memo, dan lain-lain. Artinya, karyawan junior sebenarnya punya wawasan unik dalam menganalisis berbagai aspek.

Oleh karena itu, mereka harus didorong untuk berani membagikan wawasannya dalam forum. Untuk menghadirkan perspektif baru, kamu bisa mempertimbangkan membawa karyawan junior dalam rapat dewan manajemen. Ini yang dilakukan oleh Gucci dan AccorHotels dengan membuat shadow boards untuk membantu mereka lebih dekat dengan pelanggan. Perusahaan VC mempersilahkan para junior untuk berbicara lebih dulu karena mereka pasti paham potensi dari sebuah ide besar.

Beberapa hal yang sering dilakukan oleh VC dan bisa diadopsi oleh startup adalah cara bekerja yang gesit. VC tidak mencari konsensus karena mereka cenderung suka berdebat dan berpendapat. Mereka tidak segan berbagi ide dan pikiran, serta membuka peluang terhadap perspektif dan munculnya inovasi baru.

Namun, penting untuk diingat bahwa menghindari groupthink bukan hanya tentang teknik tertentu, tetapi juga tentang membangun budaya organisasi yang mendukung keterbukaan, kepercayaan, dan keberanian untuk berbicara. Setiap anggota tim harus merasa dihargai dan didorong untuk berkontribusi tanpa takut akan penilaian negatif. Dengan begitu, tim kamu tidak hanya akan membuat keputusan yang lebih baik, tetapi juga terus berkembang dan berinovasi dalam jangka panjang.

Itulah beberapa cara VC dalam mengambil keputusan. Semoga ini bisa menjadi wawasan baru yang bermanfaat untuk kamu, ya!

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini