fbpx

Bagaimana Cara Menjadi Pendengar yang Baik?

Pemimpin yang efektif merupakan pendengar yang baik. Meluangkan waktu untuk mendengarkan dan memahami anggota tim dapat membantu mereka membangun hubungan dan kerja sama yang baik dengan pemimpinnya.

Anggota tim yang merasa bahwa pemimpin mereka mendengarkan dengan baik, punya peluang lebih besar untuk speak up dan berbagi ide serta pendapat mereka. Dengan begitu, leader akan lebih mudah untuk mendapatkan evaluasi dari umpan balik yang diberikan karyawan.

Namun tantangannya, mendengarkan kerap jadi hal yang sulit dan sayangnya tidak diajarkan di sekolah atau kampus. Jadi, bagaimana agar leader dapat menjadi pendengar yang baik? Berikut ini merupakan tips yang dibagikan oleh Robin Abrahams dan Boris Groyberg yang dipublikasikan lewat Harvard Business Review.

1. Ulangi beberapa kata terakhir yang diucapkan orang yang berbicara

Kamu dapat melakukan ini sebagai upaya jika lupa dari inti pembicaraan orang lain. Dengan mengulangi beberapa kata terakhir dari pembicara, maka orang tersebut akan merasa didengarkan. Hal ini akan membuat suasana yang terjadi selama pembicaraan menjadi lebih nyaman karena ‘dirasa’ dalam satu frekuensi yang sama. Mengulangi kata-kata juga dapat memberikan jeda bagi pembicara maupun pendengar untuk tetap fokus, berusaha mengumpulkan pikiran, atau memahami reaksi yang terjadi ketika percakapan.

2. Berikan isyarat nonverbal yang menunjukkan bahwa kamu fokus mendengarkan

Isyarat nonverbal ini bisa berupa kontak mata, postur tubuh yang menunjukkan perhatian penuh, anggukan tanda memahami, dan lain-lain. Namun, menunjukkan isyarat nonverbal bisa menjadi tantangan. Karena, akan lebih sulit untuk memperhatikan kata-kata seseorang dan berusaha mencerna diskusi, sembari mengingatkan diri sendiri untuk tidak lupa memberikan isyarat nonverbal. Bagaimanapun, memberikan isyarat nonverbal ini dapat dilakukan secara alami, tanpa perlu dibuat-buat, terutama apabila kamu sering melatih kemampuan untuk mendengarkan.

3. Memperhatikan isyarat nonverbal dari pembicara

Kebalikan dari poin nomor dua, kali ini kita lah sebagai pendengar yang harus memperhatikan isyarat nonverbal dari pembicara. Mendengarkan secara aktif artinya memperhatikan informasi baik implisit atau eksplisit yang terjadi selama percakapan. Beberapa hal yang termasuk isyarat nonverbal antara lain nada suara, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh. Dalam isyarat nonverbal mengandung makna yang tersirat seperti emosi di balik kata-kata yang diucapkan.

4. Mengajukan lebih banyak pertanyaan

Mengajukan pertanyaan sama artinya dengan memberi pemahaman pada pembicara bahwa, ‘saya tertarik dengan pesan yang disampaikan dan ingin mengetahui lebih dalam.’ Selain itu, dengan bertanya, maka pembicara akan merasa lebih didengarkan. Memberi pertanyaan juga berarti memastikan bahwa pendengar memahami penuh pesan yang diberikan oleh pembicara.

5. Meminimalkan gangguan yang ada

Dalam percakapan, mungkin ada hal-hal yang secara alami terjadi di luar kendali kita. Misalnya percakapan orang lain yang jaraknya dekat denganmu, adanya interupsi, atau gangguan eksternal lain yang mungkin terjadi. Gangguan seperti ini memang dapat mengganggu konsentrasi dan dapat memecah pemahaman dari pendengar ketika sedang berdiskusi dengan pembicara. Sebisa mungkin lakukanlah hal untuk meminimalkan gangguan yang ada, misalnya dengan mencari tempat ‘ngobrol’ yang lebih nyaman, atau meluangkan waktu sejenak untuk dapat memusatkan perhatian kembali.

6. Jujur dalam mengakui kekurangan

Bisa jadi kamu merasa sedang belajar untuk mendengarkan dan belum dapat menjadi pendengar yang aktif. Atau mungkin di hari itu kamu sudah terlalu banyak mendengarkan percakapan yang terjadi, atau tidak terlalu familiar dengan topik yang sedang dibahas, atau mungkin alasan lainnya. Jangan segan untuk memberi tahu orang lain segera. Katakan masih ada hal yang belum dipahami sehingga pembicara mau mengulangi pembicaraannya.

7. Usahakan untuk tidak melatih reaksi atau responmu ketika orang lain sedang berbicara

Sebab hal tersebut tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Kamu dapat mengambil jeda waktu sebentar setelah mereka berbicara untuk tetap mencoba fokus dan mencerna percakapan yang baru saja selesai. Karena, orang yang mendengarkan berpikir empat kali lebih cepat dibandingkan orang yang berbicara. Jadi, ketika mendengarkan, fokuslah untuk menyerap informasi sebanyak mungkin.

. . .

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini