fbpx

Cara Terbaik Memperlakukan Karyawan yang Resign

Sebagai founder, bagaimana reaksimu ketika ada karyawanmu yang mengundurkan diri? Apa yang kamu sampaikan kepadanya?

Rasa kecewa dan panik mungkin muncul, apalagi jika karyawan tersebut merupakan anggota tim yang performanya bagus dan sangat berperan untuk pengembangan startupmu. Tetapi di satu sisi, kamu tentu harus memaklumi dan menghargai pilihan karyawan tersebut untuk mengundurkan diri.

Berikut adalah beberapa pandangan yang bisa berguna ketika ‘melepas’ karyawan yang mengundurkan diri:

Kesan akhir yang baik adalah segalanya

Beberapa atasan akan memilih untuk segera merelakan saja dan berpikir untuk mencari penggantinya, karena bagaimanapun perusahaan harus tetap berjalan dengan baik.

Tapi tahukah kamu, bahwa kesan akhir yang baik dapat membuahkan kemudahan urusan di masa depan? Dan kesan terakhir sebelum mengundurkan diri itu bisa menjadi penentu kesimpulan relasi yang telah dijalani sekian lama.

Sebagai founders, kamu akan menemukan bahwa relasi yang dibentuk saat ini, baik itu di lingkup internal kantor maupun eksternal, kemungkinan besar akan bekerjasama lagi di masa depan. Begitu pula karyawan yang mengundurkan diri saat ini. Bisa jadi kelak mereka akan menjadi anggota tim-mu lagi di dalam project yang berbeda. Jika mereka merasa telah diperlakukan dan ‘dilepas’ dengan baik saat ini, kemungkinan besar kelak mereka akan dengan senang hati membantu ketika kamu butuh bantuan.

Maka dari itu, ada baiknya sebagai founders, kamu mengatakan kepada karyawan yang mengundurkan diri bahwa kamu excited untuk bekerja lagi dengannya di masa depan.

Kalau kamu menunjukkan sikap biasa saja atau bahkan tidak terlihat begitu menghargai, kamu secara tidak langsung akan menghapus relasi yang telah dibangun sekian lama dengannya. Padahal banyak hal terjadi di dalam kurun waktu ia bekerja denganmu. Ada histori, energi, dan waktu yang diberikan. Maka pola pikir yang sebaiknya ditanamkan sebagai founders adalah: “Bagaimana caranya agar kelak kami bisa bekerja sama lagi?”

Siapa yang menanam, dia yang menuai.

Yang namanya proses membangun startup itu pasti paralel dengan proses perekrutan karyawan. Tahu sendiri, menyeleksi karyawan baru membutuhkan proses yang panjang dan memakan energi. Jika setiap kali kamu perlu merekrut orang tapi harus selalu mulai prosesnya dari awal, tentu akan butuh resource yang lebih banyak untuk hal itu saja.

Maka dari itu, penting untuk membangun relasi kerja yang bagus ketika kesempatannya masih ada. Kalau kamu sudah punya relasi dengan kandidat yang bagus, sudah kenal dan saling percaya, tentu akan mempersingkat proses rekrutmen. Dan tidak hanya itu, jangan lupa kalau kandidat tersebut juga memiliki koneksi di tempat kerja sebelumnya yang mungkin akan bermanfaat bagi startupmu kelak. It’s a win-win strategy.


Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah upaya bahu membahu penggerak ekosistem startup digital Indonesia untuk saling terkoneksi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Diinisiasi sejak 2016, gerakan ini diharapkan mendorong terciptanya mencetak startup yang menjadi solusi atas masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. #1000StartupDigital memberikan pembinaan bagi calon founder untuk membentuk tim, membuat MVP, hingga meluncurkan produknya ke pasar.

Karena Indonesia maju, #MulaiDariKamu!

Bagikan artikel ini