fbpx

UX Indonesia (UXiD)

Apa awal mula UXiD didirikan?

UXiD dimulai secara organik dan informal dari terbentuknya Facebook dan LinkedIn group di tahun 2011. Kemudian, di bulan September 2012, kami mulai mengadakan meetup dengan skala yang lebih besar dan terorganisir. Semenjak meetup ini, komunitas UXiD semakin berkembang di berbagai kota, meetup mulai dilakukan secara reguler, dengan semakin banyak anggota yang menjadi volunteer dalam penyelenggaraan kegiatan. Keadaan terkini, per 14 November 2020, jumlah anggota UXiD yang terdaftar di Facebook Group mencapai 18 ribu orang.

Apa visi yang ingin dicapai UXiD?

Visi yang ingin dicapai dari dirintisnya komunitas UXiD ini adalah untuk menjadi tempat belajar untuk membuat desain atau produk yang terbaik dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Siapa saja yang ditargetkan untuk bergabung dalam jejaring UXiD?

Siapapun yang tertarik dengan dunia UX boleh bergabung dengan UXiD. Tidak ada keanggotaan secara formal, cukup bergabung ke kanal UXiD di Facebook, LinkedIn, Twitter, Slack, datang dan berkontribusi ke meetup dan acara-acara UXiD lainnya, serta mengikuti pedoman komunitas. UXiD adalah komunitas terbuka yang berjalan secara organik dan tidak memiliki struktur organisasi yang kaku, sehingga semua anggota UXiD bertanggung jawab terhadap perkembangan UXiD.

Apa saja program yang dilakukan oleh UXiD?

Kami mengadakan pertemuan secara teratur di mana praktisi UX di Indonesia berbagi dan mendiskusikan pengalaman mereka menerapkan UX di bidang pekerjaan mereka. Kegiatan yang pernah dilakukan selama ini:

  • Meetups di Jakarta, Bandung, dan Bali.
  • UXiD 2014 conference
  • Design Disruptor Film Screening di Jakarta dan Bandung di 2016
  • Hangout over coffee (kongkow-kongkow bareng)

Apa rencana program ke depannya yang ingin dijalankan oleh UXID?

Idealnya ada program terstruktur dan rutin yang dijalankan setiap kota. Untuk saat ini, dengan bentuk keanggotaan sukarela, setiap anggota diharapkan memiliki inisiatif atau kemauan sendiri untuk belajar desain.

. . .

Artikel ini telah terbit pada Buku Saku RINTISAN Edisi 5: Budaya Startup. Silakan klik link ini untuk membaca artikel eksklusif lainnya di RINTISAN.

Bagikan artikel ini