Jika kamu sedang mempersiapkan diri membangun startup, dengerin baik-baik. Mending berhenti. Dari sekarang.

Pernah dapat teguran demikian saat kamu projek startup? Ah, jangankan startup. Hal lain seperti hobi pun pasti pernah kamu dengerin walau cuma sekali. Pahit di telinga, tapi percaya deh, itu super benar! Stop bermimpi kalau suatu saat nanti jadi entrepreneur yang mumpuni; yang berpengaruh di masyarakat karena punya ide yang mutakhir; yang akan bantu lingkungan sosial berkembang jadi lebih baik. Buang aja semua! Kamu sudah pasti gagal! Let us explain why.

1. Kamu cuma bakalan buang-buang uang!

Sekitar 50% lebih startup di dunia gagal sebelum nyentuh 5 tahun pertama usahanya, lho; and guess what, sudah pasti kamu salah satunya nanti! 

Bangun startup itu nggak semata-mata gitu aja. Ada produk yang kamu harus buat; ada ongkos yang harus kamu habisin untuk menghadirkan produknya ke pasar dan ke konsumen. Berapa banyak startup yang kamu denger gulung tikar karena kehabisan dana untuk memperbesar usaha mereka?

Banyak!

Startup yang terlalu fokus ke produk yang ingin dibawakan lupa kalau startup harus berumur panjang dan selalu berinovasi. Uang yang kamu punya pada akhirnya habis untuk pengembangan satu-dua produk, tapi nggak ada dana yang tersisa untuk perencanaan selanjutnya. Alokasi pendanaan yang nggak tepat adalah mimpi buruk kamu. Jadi pakai uangmu dengan perencanaan keuangan yang tepat untuk kelangsungan perjalanan startup-mu sampai 5 tahun ke depan. Atau berhenti saja sekarang, deh.

2. Pasar nggak akan butuh produkmu!

Yakin kalau produk yang kamu buat dibutuhkan pasar? Yakin kalau pasar akan pakai? Yakin kalau produknya nggak akan balik ke tanganmu dalam waktu seminggu?

Produkmu, sih, sudah oke untuk memecahkan masalah. Tapi pasar nggak butuh apa yang kamu tawarkan ke mereka? Lho, kok gitu?

a. Produkmu terlalu ribet. Not user-friendly at all!

b. Kemahalan. Isi kantong orang nggak sebesar impianmu!

c. Pemasaran yang nggak tepat pada waktunya. Kalau keluarnya 2 tahun lalu, sih, pasti laku!

d. Produkmu nggak ada nilainya. Jangan pikir laku nggak laku saja kalau nggak ada gunanya dari awal!

Jadi singkatnya, startup-mu tidak dekat dengan apa yang pasar butuh. Kamu blusukan langsung bertemu pasarmu. Kamu kurang diskusi dengan pasarmu. Kamu nggak tahu apa yang pasar sebenarnya butuhkan. Kamu nggak check apakah produkmu bisa dipakai konsumen atau tidak. Kamu terlalu mementingkan untung, dan mungkin, kamu lupa kalau produk startup juga harus mempunyai arti dan nilai yang bisa dirasakan oleh konsumen. Kalau nggak, ya sudah, berhenti saja.

3. Kamu nggak sendirian!

Kamu pikir pasarmu cuma milikmu sendirian? Coba riset lagi, deh. Lihat ke atas, sudah ada bisnis serupa yang jauh lebih besar dan lebih lama berdiri dari startup-mu. Coba lihat ke bawah, sudah ada bisnis-bisnis kecil yang siap takedown kamu kapan saja. Kanan-kiri? Sudah ada bisnis dengan skala yang sama dengan kamu tapi lebih berkualitas aja.

Kamu lupa kalau banyak saingan di luar sana dengan ide yang sama luar biasanya dengan apa yang kamu punya. Kamu, sih, bisa saja suatu hari nanti berhasil menguasai pasar industrimu karena startup yang kamu bangun ternyata lebih bagus dari yang sudah ada sebelumnya. Tapi inget, di bawah juga masih ada yang siap jatuhin bisnismu dengan ide dan produk yang jauh lebih brilian dan kekinian. Kenali sainganmu dan berinovasi terus. Atau nggak usah saja. Main aman aja.

4. Startup-mu udah ketinggalan zaman!

Ingat ungkapan yang bilang waktu akan selalu berputar? Fenomena dan masalah-masalah yang ada di sekitarmu akan selalu berubah-ubah. Industri yang kamu geluti bakalan pasang-surut. Setiap tren yang ada akan influence demand dan gimana masyarakat melihat value dari produkmu. Startup-mu pun demikian. Jangan main-main dengan perubahan waktu dan zaman. Hal yang kamu kira sebagai sesuatu yang fresh, bagi orang lain di industri yang sama, mah, sudah kuno. Setiap detik, tren bakalan selalu berubah dan butuh approach yang tepat untuk tetap in track dengan industri yang kamu sayangi itu. Kalau kamu nggak mau lelah ikutin perkembangan zaman, mending tiduran saja nonton Netflix sampai malam.

5. Pemasaranmu ngebosenin!

Ya, ya, tahu kamu pasti bakalan emosi baca ini. But seriously, cara kamu memasarkan produk itu (sumpah) ngebosenin! Seperti post Instagram nggak pakai caption yang cuma sekedar tempelan ribuan hashtag nggak jelas, atau cuma gambar produk website jual-beli online; deskripsi doang yang apa adanya. Semua orang, aslinya, tidak peduli dengan brand yang kamu tawarkan ke mereka. Yang membuat mereka tertarik itu cerita di balik produk atau startup yang kamu tunjukkan. Dengan storytelling, konsumen akan jauh lebih bisa kenal dan jalin hubungan dengan startup-mu, terlebih lagi jika ceritanya juga related ke mereka.

Coba lihat gambar ini. Hah! Kamu nggak mungkin nggak  senyum dan ingin tahu lebih lanjut tentang produknya. That’s storytelling, my friends. Sudah sadar cara pemasaranmu ngebosenin sekarang?

6. Kamu rekrut orang yang salah!

Kamu mungkin kira kamu adalah seorang leader yang mampu memimpin startup-mu “maju terus pantang mundur”. Tapi sayangnya tim yang kerja sama kamu bukan yang terbaik; yang sesuai dengan visi-misi startup-mu.

“Tim gue udah pas and professional, tapi kok kerja startup gue lesu, ya?”

Mungkin leadership-mu yang nggak bener, tuh. Good leadership will make the best team out of it. Or else, udahan aja sebelum kamu gagal beneran.

7. Kamu itu cuma ide doang!

Wah, kamu masih kuat juga baca artikel ini. Salut. Mentalmu kuat buat bikin startup. Tapi gini, ya….

Industri dan pasar nggak butuh ide yang kamu punya!

Mundur aja udah! Yang mereka butuh itu produk yang udah jadi yang bisa mereka pakai dan rasakan. Kalau cuma ngide aja, lebih baik cepat bangun startup-mu, atau bangun dari mimpi aja, deh. Ngomong doang, mah…

Oh, Kamu sudah ada produk yang bisa ditawarin dan tepat?

Balik lagi ke poin 1.

Permasalahan industri startup nggak akan pernah berhenti di sana. Ada masalah kecil yang nggak boleh kamu lewatin di startup-mu; kamu dituntut untuk bisa menyelesaikan nggak cuma hal besar, hal kecil yang nggak kasat mata juga sebelum menjadi masalah yang lebih besar; rantai perkembangan bisnismu bakalan macet dan berhenti sama seperti 50% di atas. Kamu dituntut untuk terus up-to-date dengan isu dan perubahan yang terjadi di industrimu; yang pastinya kamu bakalan dituntut berinovasi tanpa henti, dan belajar dari kegaga– 

Ah udah, deh, bangun startup itu ribet. Mending tidur.

Adhitya Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *